Rabu, 07 Juli 2010

MENJELASKAN PRINSIP DETEKSI DINI TERHADAP KELAINAN KOMPLIKASI DAN PENYAKIT YANG LAZIM TERJADI PADA IBU MASA KEHAMILAN, PERSALINAN, DAN NIFAS

Kehamilan adalah 280 hari atau 40 minggu atau 10 bulan.
Kehamilan dibagi atas 3 bagian atau triwulan (trimester)
1. Kehamilan triwulan I antara 0-12minggu
2. Kehamilan triwulwn II antara 12-28 mimggu
3. Kehamilan trimester III antara 28-40 minggu

Tanda dan Gejala Kehamilan
1. Tanda-Tanda Persumtif
• Amenore (tidk pasti hamil)
Wanita harus menngetahui tanggal haid pertama haid terakhir (HPHT) supaya dapat ditaksir uymur kehamilan dan taksiran tanggal persalinan (TTP), yang dihitung dengan menggunakan rumus dari naegel :
TTP : (Hari pertama HT +7) dan (bulan HT+3)
• Mual dan Nuntah
Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhit trimester paetama. Karena sering terjadi pada pagi hari disebut dengan morning sikness. Bila mual dan muntah tersering disebut hiper emesis.
• Mengidam (ingin makanan khusus)
• Tidak tahan suatu bau-bauan
• Tidak selera makan (anoreksia) terutama pada trimester pertama
• Lelah
• Miksi serinng, karena kandunng kemih tertekan oleh rahim yang membesar
• Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri disebabkan pengaruh estrogen dan progestron yanng meranngsang duktus dan alveoli payudara
• Pigmentasi kulit dan muka (cloasma Gravidarum)
• Pemekaran vena-vena (varises) yang dapat terjadi pada kaki, betis dan vulva terutama pada trimester pertama dan trimester ketiga
.
2. Tanda-Tanda kemungkinan hamil
• Perut membesar
• Uterus membesar
• Tanda Hegar ( segmen bawah rahim yang melunak)
• Tanda Chadwick (berbentuk kebiry-biruan)
• Teraba ballontemen
• Reaksi kehamilan positif

3. Tanda pasti hamil
• Gerakan janin yang dapat terlihat, dirasa atau diraba juga bagian-bagian janin
• Denyut jantung janin
• Terlihat tulang-tulang janin
• Pemeriksaan USG

 Penanganan
Ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan / asuhan antenatal. Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukansedikitnya 4 kali kunjungan selama priode antenatal.

 Kunjngan I (sebelum 14 minggu) dilakukan untuk :
Penapisan dan pengobatan anemi
Perencanaan persalinan
Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya

 Kunjungan II (14-28 minggu) dan kunjungan III (28-32 minggu) dilakukan untuk :
Pengenalan komplikasi akibat kehamilan daan pengobatannya
Penapisan pre-eklamsia, gameli, inveksi alat reproduksi dan saluran perkemihan
Mengulang perencanaan persalinan

 Kunjungan IV (36 minggu sampai akhir)
Sama dengan kunjungan I dan II
Mengenali adanya kelainan letak dan persentase
Memntapkan persalinan
Mengenali tanda-tanda persalinan

B. Kontak Dini Kehamilan Trimester I
Pada kunjungan trimester I (sebelum minggu 14)
Informasi penting yang dapat diperoleh yaitu :
Membangun hubungan saling percaya antara petugas antara petugas kesehatan dan ibu hamil
Mendeteksi dan menanganinya
Melakukan tindakan dan pencegahan seperti, tetanus neonatorum, anemia, kekurangan zat besi, penggunaan praktek tradisional yang merugikan
Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk menghadapi koplikasi
Mendoronng prilaku yang sehat (gizi, latihan dan kebersihan, istirahat dan sebagainya

C. Pelayanan ANC berdasarkan Kebutuhan Individu
• Memberikan selutuh asuhan antenatal termasuk “7T” yaitu :
 Timbang BB
 Ukur tekanan darah
 Ukur tingggi fundus uteri
 Pemberian imunisasi TT
 Pemberian tablet zat besi
 Tes terhadap PMS
 Temu wicara
• Memberikan konseling khusus untuk kebebutuhan ibu tidak sesuai dengan masalahnya
• Kehamilan dengan masalah kesehatan / komplikasi yang membutuhkan rujukan untuk konsultasi atau kerja sama penanganan
• Merujuk kedokter untuk konsultasi
• Mlampirkn foto copi kartu kesehatan ibu hamil berikut suratc rujukan
• Meneruskan kondisi ibu dan bayi selama kehamilan
• Perencanaan diri meneruskan pemantaun kondisi ibu dan bayi selama kehamilan
• Perencanaan diri jika melahirkan dirumah tidak aman bagi ibu
1. M enyepakati diantara pengambilan keputusan dalam keluarga tentang rencana kelahiran (terutama ibu, suami atau mertua)
2. Persiapan/ pengaturan transportasi untuk ketempat persalina dengan aman
3. Rencana pendanaan untuk transportasi dan perawatan persalinan dengan aman
4. Persiapan nasuhan bayi jika dibutuhkanselama persalinan


D. Skrining Untukn Deteksi Dini
Melakukan skriningb untuk deteksi dini pada kehamilan :
1. Memberikan seluruh antenatal pada pemeriksaan kehamilan memerlukan sediktnyav 4 kali kunjungan selama periode antenatal. Diantaranya :
 1 kali kunjungan selama trimester pertama (sebelum 14 minggu)
 1 kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14-28minggu)
 2 kali kunjungan selama trimester ketiga ( antara minggu 28-32 minggu dan sesudah minggu ke 36)
2. Memberikan konseling khusus untuk nkebutuhan ibu sesuai dengan masalahnya
3. Kehamilan dengan masalah kesehatan, komplikasi yang membutuhkan rujukan ntuk konsultasi
4 Merujuk edokter untuk konsultasi.menolong ibu menentukan pilihan yang tepat untuk onsultasi
5 Melamirkan fotocopi kartu kesehatan ibu hamil berikut surat rujukan
6 Meminta ibu untuk kembali setelah konsultasi
7 Meneruskan pemantaun kondisi ibu dan bayi selama kehamilan
8 Memberikan asuhan antenatal
9 Perencanaan dini jika melahirkan dirumah tak aman bagi ibu
Melakukan skrining untuk deteksi dini pada persalinan
1. Antisipasi adanya persalinan jika wanita tersebut menunjukkan tanda atau gejala sebgai berikut :
 Nyeri abdomen yang bersifat intermiten setelah kehamilan 22 minggu
 Nyeri disertai lendir darah
 Adanya pengeluaran air dari vagina
2. Pastikan keadaan inpartu
3. Lakukan pemeriksaan dalam untuk menghindari kompliksi
4. Lakukan pemantaun dalam memntau kemajuan persalinan dengan menggunkan patograf pada ibu maupun pada jani
5. Menyedikan aau membuat surat rujukan bila terjadi komplikasi persalinan yang tidak dapat ditangani oleh bidan.

Melakukan skrining untuk deteksi dini pada mas nifas
1. Antisipasi jiwa wanita yanng mengalami masa nifas menunjukkan tanda-tanda atau gejala sebagai berikut :
 Terjadi perdarahan yang hebat
 Tidak dapat BAK selam 2-3 hari
2. Melakukan kunjungan paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir dan untuk mencegah dan menangani masalah-masalah ya terjadi :



1. Kunjungan I (6-8 jam etelah peraalinan)
• Mencegah perdarahan pada masa nifas karena atonia uteri
• Mendeteksi dan meawat penyebab perdarahan . Rujuk bila perdarahan berlanjut
• Memerikan konseling pada ibu atau salah satu dari keluarga tentang bagaimana cara mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
• Pemberiaan asi awal
• Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir
• Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermia
2. Kunjungan II (6 hari setelah persalinan)
• Memastikn involusi uterus berjalan dengan baik
• Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal
• Memastikan ibu mendapakan cukup makanan, cairan dan istirahat
• Memastikan ibu menyusui dengann biak dan tak memperhatikan tanda-tanda penyulit
• Memberikan konseling pda ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan meraawat bayi sehari-hari
3. Kunjungan III ( 2 minggu setelah persalinan)
• Sama seperti diatas (6 hari setelah persalinan)
4. Kunjungan IV (6 minggu setelah persalinan)
• Menanyakan pada ibu tentng penyulit-penyulit yang ibu dan bayi alami
• Memberikan konselinh untuk KB secara dini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar